Pages

Minggu, 08 Februari 2015

sekedr

Jangan Bertanya! Jangan bertanya kepada matahari, ia hanya akan menjawabmu dengan angkuh, sambil menyoroti matamu dengan sinarnya, ya, juga menyengat tubuhmu dengan panasnya..
Jangan mengatakan, “Apa kabar?” kepada bulan,
Ia hanya akan mengacuhkanmu, tanpa tersenyum sedikitpun ke arahmu.
Apalagi menanyakan kabar kepada pelangi, yang walaupun indah, ia pun tak akan menjawabmu dengan sepatah kata.. Warnanya juga memudar seketika, hanya, pemuas mata sekejap.
Jangan bertanya kepada bintang-bintang,
Ya, walau jumlahnya bermiliaran, mereka hanya menjawabmu dengan kerlipan.. Kerlipan yang siapapun tak tahu artinya kecuali Tuhan..
Jangan pula bertanya kepada lautan,
Teriakanmu hanya akan ditelannya. Awalnya ombak akan menerjang suaramu, dan lama-kelamaan terbawa arus hingga ke tengah samudera..
Apa? Kau ingin bertanya kepada awan-awan?
Coba tanyakan ke mana angin akan membawa mereka, apa mereka bisa menjawab?
Ya, mereka hanya bisu, menunggu kapan mereka sampai di tujuan..
Kepada halilintar apalagi.
Ia hanya akan menjawabmu dengan teriakan keras disertai kilatannya yang terang, yang hanya akan membuat engkau lupa pada pertanyaanmu sendiri.
Tapi bertanyalah kepada Tuhan, ya, walaupun jawabannya tak langsung kau dengar, tapi ingatlah, Ia selalu memberi engkau jawaban terbaik.
26th February — 7 notes ❤
Awan memucat, hujan berhenti mendadak.. Hanya petir yang masih bersuara keras memekik telinga. Ya, kala kecup kita memisah..
— Manusia Biasa
13th February — 0 notes ❤
Jika aku seekor merpati, aku tak akan mengepakkan sayapku sekalipun, ketika aku telah hinggap di hatimu.
Ya, aku ingin membuat sangkar rindu, untuk kutempati seumur hidupku.
— Manusia Biasa
4th February — 2 notes ❤
Sangkar untukku. Jika aku seekor merpati, aku tak akan mengepakkan sayapku sekalipun, ketika aku telah hinggap di hatimu.
Ya, aku ingin membuat sangkar rindu, untuk kutempati seumur hidupku.
1st January — 6 notes ❤
Cinta layak air yang tenang.. Setenang-tenangnya air, ia akan menghanyutkanmu.
Dalam, hingga ke dasar.
Layaknya matamu yang begitu tenang hingga aku langsung tenggelam oleh keheningan..
25th December — 7 notes ❤
Tatapanmu tajam, menusuk hingga membuyarkan lamunanku. Ucapanmu lembut, membelai hingga marasuk ke kalbu. Kau satu, malaikatku.
— Manusia Biasa
24th December — 1 note ❤
Andai pintu ke mana saja itu ADA, aku hanya meminta ia membawaku memasuki hatimu yang sekian lama tertutup rapat. Mungkin aku bisa mengisinya, dan meneranginya.
1 note — REBLOG
Andai pintu ke mana saja itu ADA, aku hanya meminta ia membawaku memasuki hatimu yang sekian lama tertutup rapat. Mungkin aku bisa mengisinya, dan meneranginya.
24th December — 1 note ❤
Orang yang memandang rendah orang lain, secara tak sengaja merendahkan dirinya sendiri dihadapan orang lain.. Tetapi orang yang rendah diri, tidak akan pernah dianggap rendah oleh orang lain..
— Manusia Biasa
24th December — 2 notes ❤
Aku tak dapat memejamkan mataku walau sepersekian detikpun, ketika melihatmu melintas, tepat didepanku.
— Manusia Biasa
24th December — 34 notes ❤
Merindu.. Aku selalu merindumu.
Merindumu dari setiap kata yang aku ucapkan, dan setiap nada yang kulantunkan.
Aku merindumu disetiap ombak yang menghantam keras batu karang.
Hingga memecah keheningan.
Apa kau ingat, ribuan sajak yang aku bacakan, atau puluhan lagu yang kau ciptakan, lalu kita nyanyikan bersama?
aku merindukan saat-saat itu.
Terakhir, kita bermesraan di bawah hujan, hangat.
Aku tak merasa kedinginan sedikitpun.
Yang ku lihat hanya bibirmu yang membiru, lalu bergetar.
Ya, sampai kulihat darah segar keluar dari hidungmu.
Tapi kau masih sempat tertawa.
Tersenyum manis, sambil menghapus air mataku yang tersamarkan hujan.
Aku menangis?
Sejak kapan aku bisa menangis?
Ya, sejak kepergianmu, sampai sekarang.
Aku selalu merindumu.
Merindumu, datang ke mimpiku.
Lalu mengecup keningku, hangat.
24th December — 12 notes ❤
Baru saja aku kejatuhan beribu-ribu tetesan hujan.
Tapi entah kenapa, saat itu pula kenangan akanmu seketika terhapus.
Apa mungkin hujan ini telah mencuci habis seluruh ingatanku terhadapmu?
— Manusia Biasa
23rd December — 7 notes ❤
Terkadang aku merasa kesepian walau berada di tengah-tengah keramaian.
Aku juga merasa seperti lagu yang liriknya sangat sendu.
Walau diiringi berbagai macam instrument yang megah, tapi tetap tak bisa mencegahku untuk menitikkan air mata.

Kamis, 22 Januari 2015

ketika sepakbola bikin penasaran RSS You are home. &mdash November 23rd, 2014 {0} Vietnam 2-2 Indonesia Sedikitnya enam kerabat menanyakan prediksi saya menjelang Vietnam vs Indonesia, di ajang AFF 2014 kemarin (22/11). Dengan lugas, saya jawab, “Indonesia tak akan menang.” Sebagian dari mereka berasumsi, artinya kalah. Padahal “tak mungkin menang” juga bisa berarti imbang. Jawaban lanjutan saya pada mereka, “Mungkin imbang.” Nyatanya itu terjadi. Sesuai dugaan. Tertinggal, menyamakan, tertinggal lagi, dan menyamakan kembali. Artinya hasil melawan Laos dalam partai pertama ajang serupa dua tahun lalu akan terulang. 2-2. Namun di lapangan, pelatih Indonesia Alfred Riedl memberi kejutan. Tim asuhannya bermain dalam tempo sangat lambat dan mengalirkan bola secara langsung (direct). Dugaan saya, itu disengaja. Itu strategi Riedl dan staf pelatihnya. (more…) Ϡ &mdash October 27th, 2014 {9} Blog cuma wadah Sebagian ucapan populer sastrawan Pramoedya Ananta Toer adalah soal menulis. “Menulislah sedari SD, apapun yang ditulis sedari SD pasti jadi.” Atau “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.” Bagi saya, ucapan Pram bermakna dalam. Itu sebabnya dalam beberapa kesempatan kecil kelas blogging, saya selalu mengawalinya dengan “menulis.” Paman Tyo selalu mengatakan, “Semua orang (yang melek aksara dan literasi) bisa menulis.” Ngetik SMS, ngetwit, atau mungkin mencatat poin penting dalam bekerja. Soal apakah itu ditulis dengan tangan atau diketik, itu cuma soal teknis. (more…) Ϡ &mdash October 13th, 2014 {2} Timnas U19 pasca Myanmar* Di negara manapun, timnas selalu punya dua efek. Dipuji saat unggul atau juara, dicaci ketika kalah. Begitu pula sambutannya. Ada yang membela, ada yang menghujat. Sungguh wajar dan lumrah. Demikian pula yang terjadi ketika timnas Indonesia U19 gagal di Piala Asia U19 Myanmar 2014. Linimasa bergolak. Sebagian membela, sebagian mencela — lebih besar melayangkan serapah ke PSSI. Sekali lagi, wajar dan lumrah. Orang bebas bicara apapun soal timnas. Dia seolah representasi kebangsaan dan negara. Tapi marah dan kecewa hanya karena timnas yunior gagal? Rasanya kok terlalu berlebihan. Mungkin karena kosmetik nasionalisme. Tentu saja PSSI boleh dijadikan kambing hitam karena ini bentuk kegagalan. Tapi ini juga bukan barang baru. Kapan PSSI pernah berhasil membentuk timnas berprestasi dalam dua dekade terakhir? (more…) Ϡ &mdash October 10th, 2014 {0} Menanti (lagi) tuah Garuda Jaya Andai timnas Indonesia U19 ini kandidat capres, maka tren elektabilitasnya sempat menurun. Minimal tidak seramai ketika baru memastikan menjuarai Piala Asean U19 dan lolos ke Piala Asia U19. Publik sempat bosan pada Evan Dimas dkk. Over publisitas biang keladinya. Tur Nusantara dua jilid dan pelatnas panjang nan tak efektif justru disambut sentimen negatif, setidaknya di Twitter. Tapi kini, jelang penampilan mereka di ajang sekompetitif Piala Asia, euforia publik perlahan kembali naik. (more…) Ϡ ← Older Entries Archives Recent Posts Vietnam 2-2 Indonesia Blog cuma wadah Timnas U19 pasca Myanmar* Menanti (lagi) tuah Garuda Jaya Menyerang sekaligus bertahan Recent Comments Dana on Blog cuma wadah Kumpul Blogger: Blog Bukan Tren Sesaat | titiw.com on Blog cuma wadah titiw on Blog cuma wadah #Kumpulblogger 2014, Antara Blogger Kenangan vs Kenangan Blogger | Gudangku! on Blog cuma wadah jensen99 on Blog cuma wadah Tags AC Milan AFF Cup 2008 Argentina Arsenal Bambang Pamungkas Barcelona blog Chelsea Evan Dimas hak siar Hoax Indonesia Industri Inggris Instan Kalah Kompetisi Konyol La Liga Liga Champions Liga Indonesia Liga Inggris Liga Italia Liga Spanyol Liverpool Malaysia Manchester City Manchester United Mourinho Nurdin Halid pemecatan Piala Dunia Piala Dunia 2010 Profesional PSSI Real Madrid Serie A sponsor Suporter tarkam timnas Timnas Indonesia Tottenham Hotspur Transfer Wasit Internet Sehat on Blogosphere © sekadarblog 2008 All rights reserved. Wordpress 4.0.1 skinned by div.design